Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental

PANDUILMU.COM - Halo teman-teman sobat Pandu Ilmu Semuanya dimanapun berada! Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hai, teman-teman semua, semoga dalam keadaan sehat selalu dan sejahtera. Selalu kompak, selalu semangat, selalu naik, teman-teman, di mana pun Anda berada. Kali ini dalam blog saya Pandu Ilmu. Oh ya, sebelumnya, selamat datang di Blog saya.. Kali ini saya akan menyampaikan beberapa hal terkait dengan Pernikahan Dini.

Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental

Kasih pernikahan Dini, dampaknya apa sih? Ada dampaknya kalau nikah dini? Jelas, dampak kesehatan fisik dan mental pada pernikahan dini bagi remaja. Jadi, teman-teman, pernikahan dini tampaknya masih marak terjadi, termasuk di Indonesia. Biasanya yang menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini adalah faktor budaya dan sosial ekonomi.

Teman-teman, beberapa pihak orang tua masih memiliki anggapan bahwa anak dapat menjadi penyelamat keluarga saat menikah. Ada juga yang menganggap anak yang belum nikah jadi beban ekonomi keluarga. Sebenarnya, pihak mempelai perempuan yang masih berusia remaja adalah pihak yang paling dirugikan dalam pernikahan dini. Karena peristiwa ini akan mengorbankan perkembangan fisik dan mental wanita. Hamil di usia muda dan berhenti sekolah akan membatasi kesempatan wanita dalam berkarya.

Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental

Selain itu, pernikahan dini dapat meningkatkan risiko kekerasan dalam rumah tangga. Luar biasa sekali, ya, kita hari ini. Tema kita hari ini bukan kapan, tapi tema. Nah, teman-teman, apa saja sih dampak kesehatan fisik karena pernikahan dini? Ternyata, adanya dampak kesehatan fisiknya. Kecelakaan kehamilan di usia remaja berpotensi meningkatkan risiko kesehatan pada wanita.

Demikian juga, anemia disebabkan oleh kurangnya zat besi yang dikonsumsi oleh ibu hamil. Anemia saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan kesulitan saat melahirkan. Kemudian, bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah juga menjadi masalah. Bayi lahir prematur beresiko mengalami gangguan pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif, dan masalah lainnya.

Yang terakhir, ibu meninggal saat melahirkan. Perempuan di bawah usia 18 tahun yang hamil dan melahirkan beresiko mengalami kematian saat persalinan. Ini karena tubuhnya belum matang dan siap secara fisik saat melahirkan. Dibaca kembali, diperhatikan kembali, teman-teman.

Selanjutnya, dampak kesehatan mental pada pernikahan dini. Ada juga dampak kesehatan mental. Kesehatan mental di sini tidak hanya fisik, tapi mental pun kena. Kalau kita nikah di usia dini, pernikahan di usia dini biasanya sering menyebabkan kesehatan mentalnya terganggu. Ancaman yang sering terjadi adalah wanita muda rentan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Teman-teman, mereka belum tahu bagaimana cara terbebas dari situasi tersebut. Namanya saja pemikirannya masih di bawah, belum matang. Jadi, berpikirnya belum dewasa. Belum adanya kesiapan mental pasangan yang menikah dalam menjalani bahtera rumah tangga menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga sering terjadi. Selain istri, anak, dan pernikahan dini juga beresiko menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam situasi ini, anak-anaknya menjadi saksi mata dalam kasus kekerasan di rumahnya. Mereka akan tumbuh dengan berbagai kesulitan seperti kesulitan belajar dan terbatasnya keterampilan sosial. Di sisi lain, anak ini kerap menunjukkan perilaku nakal, beresiko depresi atau gangguan kecemasan berat. Itu sangat ternak, ya, kalau kita KDRT di depan anak.

Selanjutnya, cara mencegah bahaya pernikahan dini. Gimana sih mencegah bahaya pernikahan dini? Sebagai upaya pencegahan bahaya kesehatan akibat pernikahan ini, maka sangat penting dilakukan pendidikan. Kenapa? Karena dengan pendidikan, wawasan anak dan remaja dapat membantu meyakinkan mereka bahwa menikah seharusnya dilakukan pada usia yang tepat.

Selain itu, anak perlu tahu bahwa menikah bukanlah sebuah paksaan dan bukan jalan keluar dari kemiskinan. Pendidikan tidak hanya ditekankan pada penguasaan mata pelajaran saja. Perlu adanya tambahan wawasan agar anak bisa terampil dalam hidup, mengembangkan karir, dan cita-cita. Selain itu, pendidikan juga dapat memberi informasi mengenai kesehatan tubuh dan sistem reproduksi remaja saat mereka nanti menikah.

Nah, itulah teman-teman dampak dari pernikahan dini, dampak kesehatan fisik dan mental. Jadi, teman-teman, pikirkan kembali kalau kita ini ternyata remaja yang masih usia dini, yang masih punya jangkauan panjang, yang masih punya rencana kedepan, yang masih punya cita-cita ke depan yang masih jalan. Masih panjang, bisa mencapai apa yang kita inginkan selama kita masih berjalan sesuai dengan koridor cita-cita.

Oke, teman-teman, mungkin itu yang dapat saya sampaikan untuk sobat Pandu Ilmu kali ini. Semoga bermanfaat, semoga menjadi barokah atau menjadi kunci bagi kita untuk menjauhi atau menghindari pernikahan dini. Oke, teman-teman, mungkin segitu saja yang dapat saya sampaikan. Saya akhiri wabilahitaufik walhidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama